Wednesday, April 17, 2013

Berkaca Dari Sekitar

Otak yang pintar dan agama yang baik tidak lantas menjadikan kita selalu benar dan yang paling benar. Apalagi harta dan status sosial yang hanya merupakan karangan manusia yang mungkin gila hormat. Terkadang kita lupa, pada dasarnya manusia itu sama, hal ini sering kita katakan pada orang lain dan mengajarkan banyak kebaikan untuk orang lain tapi lupa untuk mengatakan dan mengajarkan itu pada diri sendiri mungkin karna tertutup rasa malu, marah ataupun tinggi hati. JANGAN pernah berpikir derajat kita lebih tinggi dari orang lain karna kita lebih kaya, lebih pintar, jabatan kita lebih tinggi, status sosial kita lebih tinggi atau karna kita majikannya. 

Saya hanya orang biasa dan bukan siapa-siapa tapi saya bersyukur karna diberi kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitar, melihat dan merasakan apa yang terjadi. Hidup di tengah orang-orang pintar, cerdas, kaya, beragama baik tapi tidak semua orang bisa mengaplikasikan apa yang mereka miliki dan mereka pahami. Manusia adalah tempatnya lupa dan salah tapi alangkah baiknya kalau kita tidak menjadikan hal itu sebagai "excuse" untuk melakukan kesalahan-kesalahan yang kita sadari. Terkadang mungkin timbul rasa tinggi hati, kesal, marah, iri, dll yang tidak perlu kita tunjukkan ke orang lain tapi cukup dirasakan sendiri dan berusaha untuk meredamnya, tidak semua perasaan harus selalu diutarakan dan ditunjukkan. Saya sedang berusaha untuk memposisikan diri di posisi orang lain agar kita tidak selalu menyalahkan orang lain dan merasa menjadi orang yang selalu benar dan paling benar. Menyalahkan dan membuat orang lain merasa bersalah tidak akan membuat hidup kita lebih tenang dan lebih baik apalagi merendahkan orang lain. "Berkacalah dari kejadian sekitar agar kita bisa belajar."