Udah mulai banyak nih pasangan beda agama yang minta agar pernikahannya bisa dilegalkan di Indonesia, sebenernya sih mereka bisa aja nikah di luar negeri tapi dengan resiko biaya yang mahal. Banyak yang udah mulai mengangkat dan memperdebatkan hal ini, saya bukan orang yang pro ataupun kontra karna menurut saya itu sih masalah pribadi masing-masing dan saya bicara sebagai pribadi bukan sebagai pemuka agama. Belum lama saya abis nonton film yang judulnya cin(T)a dimana film itu menceritakan tentang hubungan seorang perempuan pribumi yang muslim dengan seorang keturunan tionghoa yang kristiani, awalnya hubungan mereka baik-baik saja walaupun sering terselip perdebatan-perdebatan tentang perbedaan agama yang akhirnya mereka putuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu, mereka menganggap apa salahnya beda agama. Yang saya tidak suka dari film itu adalah ada satu cerita yang mendiskreditkan umat muslim, pada waktu natal diberitakan terjadi pemboman terhadap umat kristiani yang sedang melakukan ibadah. Ending filmnya sih agak sama kayak 3 hati 2 dunia 1 cinta, pada akhirnya mereka pisah dan milih jalannya masing-masing tanpa harus saling menyakiti. Bukankah film-film itu seharusnya udah memberikan gambaran yang cukup jelas ya walaupun sekeras apapun usaha untuk menyatukan perbedaan itu pada akhirnya hasilnya tidak akan baik, dalam sebuah hubungan apalagi pernikahan bukan cuma melibatkan 2 orang yang saling mencintai tapi juga keluarga besar dari masing-masing pihak dan hal itu tidak bisa dibantah. Ketika terjadi sebuah pernikahan maka ada 2 keluarga besar yang menikah tetapi untuk mengurus rumah tangga memang hanya 2 orang yang terlibat. Saya sempet baca sedikit di forum umat kristiani yang membahas masalah hubungan beda agama dan mayoritas dari mereka juga merasa kalo itu sulit sekali dijalani, dibutuhkan toleransi yang amat sangat besar sekali, awalnya mereka juga merasa baik-baik saja tapi lama-kelamaan mereka merasa capek juga. Tidak dipungkiri banyak juga yang hidupnya bisa berdampingan dengan damai dalam perbedaan agama tapi saya tidak yakin 100% mereka selalu baik-baik saja, pasti ada yang tersakiti terutama keluarga yang tidak menyetujui. Misalnya yang muslim adalah si pria nah fitrahnya pria kan jadi imam buat keluarganya tapi kalo istrinya non muslim trus dia mau jadi imam buat siapa? apalagi kalo anak-anaknya memilih untuk ikut ibunya. Sedangkan kalo yang muslim adalah si perempuan padahal dia nikah kan untuk cari imam trus yang mau jadi imam buat dia siapa? terlebih lagi kalo anak-anaknya memilih ikut bapaknya gimana? siapa yang akan ngedoain kalo mereka sudah tidak ada? kan doa kalo beda keyakinan jadi tidak sampai. Sekali lagi saya tidak menyatakan pro ataupun kontra masalah hubungan beda agama bukan karna takut saya dikucilkan tapi karna bukan kapasitas saya untuk menjudge, kalo untuk saya pribadi sih hubungan beda agama ENGGAK!!! Silahkan membuat opini masing-masing karna itu sebenernya masalah pribadi dan dampaknya pun untuk pribadi.
Wednesday, March 21, 2012
Tuesday, March 20, 2012
Salam Yang Tak Pernah Sampai
Angin selalu mencarimu
Ia ingin menyampaikan salamku
Tapi kau tak pernah ada menunggunya
Hingga hujan datang membasahi jiwa yang kering
Mengusir angin bersama salamku
Menghapus jejakmu di lembar hidupku
Tapi hujan terlalu naif
Ia terlalu sombong karna yakin bisa menghapusmu
Tintamu abadi
Hujan yang lebat hanya mampu mengaburkanmu
Tapi tak pernah menghapusmu
Aku yang bimbang ingin menyembunyikanmu dari hujan
Agar ia tak mampu merusakmu
Terkadang aku lelah menyembunyikanmu
Aku ingin merobek lembar hidupku yang tertulis namamu
Tapi akupun terlalu naif
Karna aku tak akan bisa menyembunyikanmu atau merobekmu
Aku lelah...
Kedewasaan mengajariku
Bahwa hujan akan tetap mengaburkanmu
Dan aku tak mampu merobekmu
Aku berdamai dengan hatiku
Membiarkanmu mengisi lembaran hidupku
Meski tinta itu tak jelas menuliskan namamu
Tapi aku tau itu kau
Menjadi bagian hidupku yang tak akan pernah sama
Biarlah angin tetap menyimpan salamku
Biarlah waktu mendamaikan hati
Untuk semua pertanyaan yang tidak pernah terjawab
Biarlah hanya menjadi pertanyaan retoris
Karna ia akan menjawabnya sendiri
NB: Nggak ada maksud apa apa, cuma menjawab pertanyaan yang nggak terjawab ajah. Kita mulai dari awal friend. Yang udah lewat biarin ajah karna nggak ada yang bisa sama lagi. Sorry mungkin dulu gw terlalu childish
Ia ingin menyampaikan salamku
Tapi kau tak pernah ada menunggunya
Hingga hujan datang membasahi jiwa yang kering
Mengusir angin bersama salamku
Menghapus jejakmu di lembar hidupku
Tapi hujan terlalu naif
Ia terlalu sombong karna yakin bisa menghapusmu
Tintamu abadi
Hujan yang lebat hanya mampu mengaburkanmu
Tapi tak pernah menghapusmu
Aku yang bimbang ingin menyembunyikanmu dari hujan
Agar ia tak mampu merusakmu
Terkadang aku lelah menyembunyikanmu
Aku ingin merobek lembar hidupku yang tertulis namamu
Tapi akupun terlalu naif
Karna aku tak akan bisa menyembunyikanmu atau merobekmu
Aku lelah...
Kedewasaan mengajariku
Bahwa hujan akan tetap mengaburkanmu
Dan aku tak mampu merobekmu
Aku berdamai dengan hatiku
Membiarkanmu mengisi lembaran hidupku
Meski tinta itu tak jelas menuliskan namamu
Tapi aku tau itu kau
Menjadi bagian hidupku yang tak akan pernah sama
Biarlah angin tetap menyimpan salamku
Biarlah waktu mendamaikan hati
Untuk semua pertanyaan yang tidak pernah terjawab
Biarlah hanya menjadi pertanyaan retoris
Karna ia akan menjawabnya sendiri
NB: Nggak ada maksud apa apa, cuma menjawab pertanyaan yang nggak terjawab ajah. Kita mulai dari awal friend. Yang udah lewat biarin ajah karna nggak ada yang bisa sama lagi. Sorry mungkin dulu gw terlalu childish
Subscribe to:
Comments (Atom)