Tuesday, March 20, 2012

Salam Yang Tak Pernah Sampai

Angin selalu mencarimu
Ia ingin menyampaikan salamku
Tapi kau tak pernah ada menunggunya

Hingga hujan datang membasahi jiwa yang kering
Mengusir angin bersama salamku
Menghapus jejakmu di lembar hidupku
Tapi hujan terlalu naif
Ia terlalu sombong karna yakin bisa menghapusmu
Tintamu abadi
Hujan yang lebat hanya mampu mengaburkanmu
Tapi tak pernah menghapusmu
Aku yang bimbang ingin menyembunyikanmu dari hujan
Agar ia tak mampu merusakmu
Terkadang aku lelah menyembunyikanmu
Aku ingin merobek lembar hidupku yang tertulis namamu
Tapi akupun terlalu naif
Karna aku tak akan bisa menyembunyikanmu atau merobekmu

Aku lelah...
Kedewasaan mengajariku
Bahwa hujan akan tetap mengaburkanmu
Dan aku tak mampu merobekmu
Aku berdamai dengan hatiku
Membiarkanmu mengisi lembaran hidupku
Meski tinta itu tak jelas menuliskan namamu
Tapi aku tau itu kau
Menjadi bagian hidupku yang tak akan pernah sama

Biarlah angin tetap menyimpan salamku
Biarlah waktu mendamaikan hati
Untuk semua pertanyaan yang tidak pernah terjawab
Biarlah hanya menjadi pertanyaan retoris
Karna ia akan menjawabnya sendiri



NB: Nggak ada maksud apa apa, cuma menjawab pertanyaan yang nggak terjawab ajah. Kita mulai dari awal friend. Yang udah lewat biarin ajah karna nggak ada yang bisa sama lagi. Sorry mungkin dulu gw terlalu childish

No comments: