Lelaki tua itu hanyalah seorang penjual ketoprak, seorang kakek yang usinya mungkin sudah lebih dari 70 tahun masih berjuang untuk mencari nafkah. Saya selalu terenyuh ketika melihatnya, dia berjualan di pinggir jalan sekitar Mampang selepas maghrib. Penglihatan dan pendengarannya sudah mulai memudar bahkan saya harus memanggilnya beberapa kali baru dia mendengar. Saya belum tau bagaimana keluarganya, apakah dia memiliki istri, anak, cucu, atau keluarga yang lain. Jujur saya ingin sekali berbincang sejenak dengannya hanya untuk tau tentang keluarganya dan tentang hidupnya, bagaimana seorang kakek yang sudah tua renta masih harus berjualan sendiri. Setiap manusia memang punya jalan dan suratan masing masing tapi alangkah sakitnya hati ini melihat kehidupan orang orang yang tidak seberuntung saya. Sedangkan di sisi lain banyak anak anak muda atau orang yang lebih muda darinya mencari nafkah dengan cara cara yang kurang baik dan kurang etis. Betapa besar semangat dan rasa tanggung jawabnya sampai dia masih mau berjualan yang entah berapa pendapatan setiap harinya. Apa yang kakek itu lakukan bukanlah sesuatu yang mudah tanpa adanya kemauan yang keras, usahanya butuh waktu dan tenaga serta pikiran agar dagangannya laris. Sampai kapan kakek itu harus berjualan hanya Tuhan yang tau karena itu rahasiaNya. Hanya doa yang terucap untuknya semoga Allah melindunginya, melancarkan usahanya serta memberikan rizki yang cukup dan berkah untuknya.
No comments:
Post a Comment