Wednesday, April 18, 2012

Dia yang Tak Pernah Tau Apa Itu Bahagia

Mendung menggelayut di Selatan Jakarta, ketika seorang anak kecil yang tak pernah merasakan kebahagiaan termenung meratapi mimpi mimpi masa depannya. Tanpa kehangatan keluarga ia dipaksa tumbuh dan menjalani hari harinya di tengah kejamnya Jakarta. Ia tak pernah tau ke mana takdir akan membawanya, ia hanya bisa berjalan dengan kedua kaki yang letih menelusuri aspal panas dan ketika malam tiba tak ada tempat yang bisa disinggahinya sekedar untuk melepas lelahnya, tidur di emper toko beralaskan kardus kardus bekas menjadi pilihan yang tak terelakkan sambil menunggu fajar datang bersama caci maki pemilik toko yang marah. Hidup tak pernah adil untuknya, siapa yang peduli dengannya? Pendidikannya? Pertumbuhan psikologisnya? Mimpi mimpi indahnya? WHO CARES? Kepada siapa ia bisa minta pertolongan? Tuhan! Ya, hanya Tuhan yang bisa menolongnya tapi apa ia mengenal Tuhannya? Yang bahkan orang tuanya pun ia tidak tau. Siapa yang akan mengajarinya mengenal Tuhan, solat, mengaji? Siapa yang akan mengajarinya membaca, menulis, berhitung? Siapa yang mendengar jerit hatinya? Siapa yang memeluk ketika ia takut? Siapa yang akan menuntun dan menemaninya menyusuri jalan panjang mimpi mimpinya? Terlalu banyak pertanyaan di kepalanya hingga rasanya mau pecah...Ooooo hidupnya hanya lelucon bagi mereka yang tak punya hati nurani...

No comments: