Wednesday, November 23, 2016

KAMU dan DIA

Aku merasa lelah, mungkin ini pertanda jika aku tidak perlu mengejarmu lagi dan akupun tersadar ternyata bukan kamu yang aku cintai tapi dia. Dia yang dulu membuatku merasa diperhatikan, dibutuhkan, dan diinginkan. Dia yang dulu selalu memperhatikan setiap hal kecil dariku. Dia yang dulu selalu membuatku merasakan kehadirannya dan selalu ada terutama ketika aku butuh. Dia yang selalu mengingatkanku untuk sholat. Dia yang dulu selalu marah jika aku berbuat salah. Dia yang dulu selalu melindungiku dan mendukungku untuk selalu maju. Dia yang dulu selalu complaint jika aku sibuk online hingga larut malam ataupun sibuk dengan gadget hingga mengacuhkannya. Dia yang selalu mencariku, ingin tau dimana aku dan sedang apa, sudah makan atau belum. Dia yang selalu ingin ada didekatku. Dia yang setengah mati berusaha membuat aku jatuh cinta. Mungkin sekarang dia lelah tepat disaat dia berhasil membuatku jatuh cinta dan DIA berubah menjadi KAMU.

Aku menyerah..........................................................

Sunday, May 11, 2014

Wanita

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi

*dikutip dari buku "Agar Bidadari Cemburu Padamu" - Salim A Fillah

Tuesday, March 11, 2014

21 Problems Only Single Women Understand

Yes, being single is awesome most of the time. But remember that time you saw Evil Dead and then hung out on your stoop watching an old Hispanic woman knit for an hour just so you didn't have to go into your empty apartment alone and potentially fight a demon?

1. That moment when you’re having dinner alone and your phone dies, and you don’t have a book or a magazine. You just have to eat your pasta and stare stoically into space like a footsoldier gearing up to storm Normandy.

2. Having to ask a busy male friend — or worse, some guy you went out with once or twice — to help you carry something heavy or assemble an Ikea product. What up, it’s your girl Young Hey I Know It’s Been Awhile Since We Hooked Up But Can You Help Me Build This Bookshelf?

3. Terrible first dates, over and over, like a horrifying version of Groundhog’s Day without the delightful cushion of Andie MacDowell’s goddess hair. There’s a reason montages of bad dates are a cliché romantic comedy trope. Waiter, I am ready for my meet-cute with Jeffrey Dean Morgan now.

4. Hearing that we need to be "less picky" from our loved ones repeatedly. What are you saying, Mom?

5. The steep learning curve of how to fix broken shit around the house. WHY ISN’T THIS TOILET PLUNGING WORKING. MY ARM HURTS. I’M GOING TO DIE THIS WAY.

6. Not being able to open a jar. This is easy if you just hit up a neighbor. Unfortunately, my neighbor once asked me if I wanted to have a shot of whisky and “be part of an adult movie” taking place in his apartment, so I had to take my can of Progresso tomato basil elsewhere. Also, it was kind of insulting that he asked me to hold the camera.

7. Rolling up to dinner parties solo. Unless a bottle of full-bodied chardonnay you intend to chug at the head of the table counts as a date.

8. Not having the option to go halfsies on shit. Single women are constantly lectured on being too “immature” to handle real relationships, but we’re damn well mature enough to be financially independent, which is more than some (not all) women in couples can say.

9. Those guys who have girlfriends who flirt with you anyway.Sure, let me waste my whole night spitting game just to tell me at the end of the night that you have a girlfriend. Of five years. Who you live with. Why didn’t you say something? “Because I didn’t want to.” Oh. Okay. You’re a terrible boyfriend, and you guys should probably break up.

10. That thing where you can’t stand your friend’s boyfriend but he goes everywhere with you. Do you really have to bring Brian tonight? Even though all he does is stand behind you with his hands on your waist, look bored and watch ESPN on the bar TV, and mumble, “Baby, can we get out of here soon?” every 20 minutes? Oh, you do? If you love Brian so much, why don’t you just— oh God, please don’t marry him.

11. The awkward conversations you have with friends’ boyfriends. “It’s raining.” “Haha, yeah, Brian, it is.” “Rain is mad wet.” “Yes it is.”

12. Having to nicely turn down offers of setups when the friend of a friend turns out to be short, dumb, or otherwise not good enough for you. “Wow, he looks like he has a really great personality, but I think I’m just gonna stay in and eat Chinese food and watch Bones and deep condition.”

13. People in relationships being unable to fathom that aforementioned quiet nights alone are often way more fulfilling than being with someone else. Just because you hate being alone doesn’t mean I hate it.

14. People in relationships assuming you’re waiting for your “Mr. Big,” or whatever. Look, I’m not some starry-eyed Carrie Bradshaw wannabe with impossible standards for boyfriends. I’m just looking for someone smart, funny, and interesting that I’m attracted to. You’d be surprised how hard it is to find.

15. When some guy you’re dating keeps pointing out you make more money than him, like he’s butthurt about it or something. Finding yourself out with guys who aren’t as successful or ambitious as you are can be uncomfortable, especially if they have a chip on their shoulder about it. In which case, fuck ‘em.

16. Zipping the back of a dress. That one spot in the middle of your back. Goddammit.

17. Having to have an opinion on Valentine's Day. Whether it's "Dumb consumerist holiday that only exists to keep Hallmark in business" or "Ooh, this guy on the train actually picked nice flowers for whoever," you're bound to have some kind of reaction to February 14th.

18. It's way harder to take care of a dog. And God knows we could all use the unbridled enthusiasm of a dog in our lives.

19. Guys who don't text you after you hook up act all guilty and patronizing, as if they crushed your heart in pieces, even when you didn't give a shit. Yeah, um, I don't care that you don't want anything serious right now — I just wanted to hook up. Stop apologizing. I promise you, I was not planning our wedding the morning after you left my house with a hangover. You're just too arrogant to take my word for it.

20. Everyone telling you you'll eventually end up with your best guy friend. Just because it happens in movies doesn't mean it works for everyone in real life. There's probably a reason you'rejust friends.

21. Women in relationships assuming you're jealous of them.Nope. Sorry. 

source: http://www.cosmopolitan.com/sex-love/advice/problems-single-women-have
by Anna Breslaw

Tuesday, January 21, 2014

Kegunaan Brain Gym di Sela Kesibukan

Merasa jenuh, capek dan bosan saat bekerja atau gak punya waktu cukup relaksasi karena sibuk? Ada baiknya kamu mengisi dengan sebuah cara yang mudah, cepat namun bermanfaat. Senam otak (Brain Gym) membantu kamu tetap happy dan smart disaaat performance kerja sedang menurun,cukup gunakan 1-2 menit setiap hari untuk senam otak.

Brain gym sendiri awalnya digunakan untuk sebuah terapi anak anak yang mengalami ganguan hiperaktif, sulit konsentrasi, kerusakan otak,dan depresi namun sesuai perkembangan jaman banyak digunakan untuk berbagai macam kegunaan.

Menurut Paul E Dinniso PHD seorang ahli brain gym dari lembaga educational kineslogy Amerika Serikat meski sederhana brain gym mampu memudahkan setiap kegiatan dan menyesuaikan terhadap ketegangan, tantangan dan tuntutan hidup sehari hari,artinya brain gym tidak hanya melatih otak kanan dan kiri kamu untuk produktif namun juga membantu melepaskan stress dan melepaskan ketegangan. Paul sudah mengenalkan terapi senam otak ini sejak 19 tahun yang lalu . Di Amerika dan eropa sendiri saat ini brain gym banyak digemari orang sebagai salah satu cara untuk melepaskan stress, kejenuhan, menjernihkan pikiran dan meningkatkan daya ingat . Beberapa Perusahaan di sana bahkan menjadikan brain gym ini menjadi ritual wajib disaat performance kerja menurun di jam jam tertentu. Bukan hanya itu saja ritual tersebut dimulai di awal sebelum pekerjaan dimulai, karena brain gym juga membantu stimulus kinerja otak untuk beradaptasi dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Paul sendiri membagi tiga jenis tipe gerakan dalam brain gym yaitu sebagai berikut.

Dimensi Lateralis

Dimensi ini membagi otak menjadi dua bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Apabila kedua bagian otak tersebut bersinergi dengan baik maka akan menghasilkan daya kerja otak yang luar biasa.

Dimensi ini dapat dilakukan dengan gerakan menyentuh anggota badan secara silang dengan waktu yang cepat. Misalnya, tangan kanan diperintahkan untuk menyetuh lutut kiri dan juga sebaliknya

Dimensi Pemfokusan

Dimensi ini tertuju pada otak bagian depan dan otak bagian belakang, yaitu berpengaruh terhadap kemampuan ekspresi dan komunikasi.

Contoh gerakan untuk menstimulasi dimensi otak ini adalah gerakan mengaktifkan tangan. Salah satu tangan diangkat lurus di samping kuping, sementara tangan satu lagi memegang tangan yang diangkat pada bagian siku sehingga membentuk sudut 90 derajat. Pada saat ini jari-jari tangan yang diangkat dibuka dan ditutup bergantian selaras dengan irama nafas.

Dimensi Pemusatan

Dimensi ini dibagi menjadi otak bagian tengah atau limbic dan otak besar atau cerebral cortex yaitu bagian otak yang terkait dengan emosi.

Contoh gerakan yang menstimulasi bagian otak ini adalah gerakan menekan saklar otak pada tulang selangka kiri dengan jari tangan kanan, sedangkan jari tangan kiri memegang pusar.

Untuk mempraktekan di saat bekerja (sebaiknya dilakukan sebelum mulai bekerja dan , disaat performance kerja sedang cenderung menurun sekitar pukul 15.00) kamu bisa mencoba memulai dengan dimensi pemusatan, dengan menekan saklar otak yang berada pada bagian lembut dibawah tulang belikat. Sementara itu bolamata secara perlahan ke kiri dan ke kanan bolak-balik. Tangan yang satunya lagi diletakan pada daerah pusar, cukup disentuh dengan jari telunjuk dan tengah. Lidah diletakan dilangit-langit atas tepat berada dibelakang gigi seri atas, tarik nafas dalam dalam lalu lalu pikirkan yang manis,segar dan indah.

Usai melakukan gerakan Saklar Otak, gerakan selanjutnya adalah gerakan silang. Yaitu tangan kanan menyentuh lutut kiri sambil bergantian. Sembari itu, mata memandang sekeliling agar terasa lebih santai serta membangkitkan energi pada mata. kadang mata suka mengantuk saat bekerja. Itu bisa hilang dengan gerakan tersebut

Dilanjutkan dengan gerakan pasang telinga, kamu cukup menggunakan jempol dan jari telunjuk memijit dan menarik keluar membuka lipatan daun telinga dari atas ke bawah 3 atau 4 kali. Gerakan pasang telinga ini menstimulasi dan reflek mengaktifkan pendengaran dan perhatian. Dengan cara ini perhatian semakin meningkat, kemampuan mendengar dan berbicara ditingkatkan.

Lalu lanjutkan dengan gerakan delapan tidur adalah menulis angka delapan dengan jari jempol di udara, dengan bola mata mengikuti gerakan jempol yang membentuk angka delapan. Sementara kepala tidak boleh bergerak.

Kemudian bisa diakhiri dengan gerakan titik positif. Gerakannya juga cukup mudah yaitu menyentuh titik positif yang ada di dahi dengan jari-jari tangan dan kiri . Sentuhan titik positif mampu membuat kamu lebih rilek dalam keadaan cemas, ini juga berfungsi untuk melepaskan stres dan ketegangan selama bekerja.

Nah langkah mudah ini akan menjadi tips buat kamu agar keep busy,keep happy & keep smart. Selamat mencoba!


From: http://jakartavenue.com/2013/10/kegunaan-brain-gym-di-sela-kesibukan/
Text by Teguh Hambudi

Wednesday, September 25, 2013

Quote of The Day

SOMETIMES, THE PERSON WHO TRIES TO KEEP EVERYONE HAPPY IS ALWAYS THE MOST LONELY PERSON, SO NEVER LEAVE THEM ALONE BECAUSE THEY WILL NEVER SAY THAT THEY NEED YOU

Friday, June 21, 2013

The Geography of Bliss by Eric Weiner

Eric Weiner described happiness in many ways

Netherland "Happiness is a Number"
Switzerland "Happiness is Boredom"
Bhutan "Happiness is a Policy"
Qatar "Happiness is a Winning Lottery Ticket"
Iceland "Happiness is Failure"
Moldova "Happiness is Somewhere Else"
Thailand "Happiness is Not Thinking"
Great Britain "Happiness is a Work in Progress"
India "Happiness is a Contradiction"
America "Happiness is Home"

Tuesday, May 7, 2013

Catherine Earnshaw's Love

"If all else perished, and HE remained, I should still continue to be, and if all else remained, and he were annihilated, the universe would turn to a mighty stranger: I should not seem a part of it."
                                                                                                                       
                                                                                                  -Catherine Earnshaw-

Wednesday, April 17, 2013

Berkaca Dari Sekitar

Otak yang pintar dan agama yang baik tidak lantas menjadikan kita selalu benar dan yang paling benar. Apalagi harta dan status sosial yang hanya merupakan karangan manusia yang mungkin gila hormat. Terkadang kita lupa, pada dasarnya manusia itu sama, hal ini sering kita katakan pada orang lain dan mengajarkan banyak kebaikan untuk orang lain tapi lupa untuk mengatakan dan mengajarkan itu pada diri sendiri mungkin karna tertutup rasa malu, marah ataupun tinggi hati. JANGAN pernah berpikir derajat kita lebih tinggi dari orang lain karna kita lebih kaya, lebih pintar, jabatan kita lebih tinggi, status sosial kita lebih tinggi atau karna kita majikannya. 

Saya hanya orang biasa dan bukan siapa-siapa tapi saya bersyukur karna diberi kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitar, melihat dan merasakan apa yang terjadi. Hidup di tengah orang-orang pintar, cerdas, kaya, beragama baik tapi tidak semua orang bisa mengaplikasikan apa yang mereka miliki dan mereka pahami. Manusia adalah tempatnya lupa dan salah tapi alangkah baiknya kalau kita tidak menjadikan hal itu sebagai "excuse" untuk melakukan kesalahan-kesalahan yang kita sadari. Terkadang mungkin timbul rasa tinggi hati, kesal, marah, iri, dll yang tidak perlu kita tunjukkan ke orang lain tapi cukup dirasakan sendiri dan berusaha untuk meredamnya, tidak semua perasaan harus selalu diutarakan dan ditunjukkan. Saya sedang berusaha untuk memposisikan diri di posisi orang lain agar kita tidak selalu menyalahkan orang lain dan merasa menjadi orang yang selalu benar dan paling benar. Menyalahkan dan membuat orang lain merasa bersalah tidak akan membuat hidup kita lebih tenang dan lebih baik apalagi merendahkan orang lain. "Berkacalah dari kejadian sekitar agar kita bisa belajar."

Wednesday, February 13, 2013

Lean On Me

I always WANT something to hold on
Actually, i don't need it
I can stand on my feets
But i'll feel safe if i have something to hold on

I know that no one can interfere my life without my permission
And i'll never let it happen
Once i let someone interfere my life so it will be continue

I'll never let myself to lean on someone or something
But i'll let people lean on me

You can lean on me now
I'm happy if you feel the same


Friday, July 20, 2012

Myself


Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari dan aku tak perduli dengan semua yang terjadi. Ada sebuah tali yang mengikatku di sini hingga aku tak mampu bergerak, menahanku tanpa perduli dengan jiwaku yang semakin lelah melihat semua perubahan yang terjadi. Aku ingin berjalan, aku ingin berlari menjauhi tempat ini tapi kenapa kakiku tak bisa bergerak? Orang-orang berubah seiring berjalannya waktu tapi kenapa aku tidak??? Mungkin bukan tidak tapi belum...ya...belum...itu yang selalu aku katakan pada diriku ketika diri ini meminta jawaban. Saat ini hati, jiwa dan pikiranku masih di sini tapi aku yakin tidak akan lama lagi seluruh diriku akan mampu terbebas dari semua belenggu yang saat ini menjeratku...Ketika jeratan-jeratan itu lepas maka aku tidak hanya akan berjalan tapi aku akan berlari mengejar ketertinggalanku, mengejar mimpi-mimpiku yang telah lama terpendam dan menunjukkan pada dunia bahwa aku bisa...aku bukan hanya seorang manusia tak berguna. Aku telah dikaruniai dengan segala kekurangan dan kelebihan tapi aku tak mau kekuranganku menghambat semua kelebihan dan kemampuanku untuk terus tumbuh dan menunjukkan yang terbaik. Aku ingin menjadi manusia biasa yang tidak biasa.

Tuesday, July 3, 2012

Kakek Penjual Ketoprak

Lelaki tua itu hanyalah seorang penjual ketoprak, seorang kakek yang usinya mungkin sudah lebih dari 70 tahun masih berjuang untuk mencari nafkah. Saya selalu terenyuh ketika melihatnya, dia berjualan di pinggir jalan sekitar Mampang selepas maghrib. Penglihatan dan pendengarannya sudah mulai memudar bahkan saya harus memanggilnya beberapa kali baru dia mendengar. Saya belum tau bagaimana keluarganya, apakah dia memiliki istri, anak, cucu, atau keluarga yang lain. Jujur saya ingin sekali berbincang sejenak dengannya hanya untuk tau tentang keluarganya dan tentang hidupnya, bagaimana seorang kakek yang sudah tua renta masih harus berjualan sendiri. Setiap manusia memang punya jalan dan suratan masing masing tapi alangkah sakitnya hati ini melihat kehidupan orang orang yang tidak seberuntung saya. Sedangkan di sisi lain banyak anak anak muda atau orang yang lebih muda darinya mencari nafkah dengan cara cara yang kurang baik dan kurang etis. Betapa besar semangat dan rasa tanggung jawabnya sampai dia masih mau berjualan yang entah berapa pendapatan setiap harinya. Apa yang kakek itu lakukan bukanlah sesuatu yang mudah tanpa adanya kemauan yang keras, usahanya butuh waktu dan tenaga serta pikiran agar dagangannya laris. Sampai kapan kakek itu harus berjualan hanya Tuhan yang tau karena itu rahasiaNya. Hanya doa yang terucap untuknya semoga Allah melindunginya, melancarkan usahanya serta memberikan rizki yang cukup dan berkah untuknya.

Tuesday, May 29, 2012

In Memoriam - Selasa, 29 Mei 2007

Tepat 5 tahun yang lalu pada Selasa, 29 Mei 2007 kata kata itu menghantamku "Dek, bacain yasin buat Bapak I emang Bapak kenapa mbak? I Bapak udah nggak ada" darahku berhenti mengalir dan tubuhku kebas seakan mati rasa, tidak ada kata yang mampu menggambarkan perasaanku ketika itu. Tuhan telah mengambilnya, membawanya ke tempat terindah dan ya, aku tau itu meski hati ini masih merasa berat melepasnya karena belum mampu memberikan apapun untuknya. 

Pagi itu aku berangkat ke rumah sakit tanpa ada perasaan apapun karena tidak ada yang memberitau kalau Bapak sudah kritis. Sampai lampu merah cililitan aku melihat mobil kakakku, aku langsung turun dan masuk mobilnya. "kamu dari mana aja sih dek? I dari rumah I nih bacain yasin buat Bapak I emang Bapak kenapa mbak? I Bapak udah nggak ada". Sesampainya di rumah sakit aku langsung berlari ke ruang rawat Bapak ternyata di sana hanya ada Ibu karena jenazah Bapak sudah dibawa ke kamar jenazah. Aku menangis sejadi jadinya tanpa peduli apapun sampai akhirnya aku bisa menemukan kesadaran dan mulai membacakan yasin untuk Bapak. Aku pulang dengan ambulans bersama jenazah Bapak dengan terus membacakan yasin. Sampai di rumah tangisku pecah lagi, aku tidak terpikir memberitau siapapun kecuali Mila dan dia menjadi saksi betapa menyesalnya aku. Para pelayat yang berdatangan banyak yang menangis karena mereka mengingat jasa dan keramahan Bapak, mereka juga terkejut atas kepergian Bapak yang tiba tiba karena tidak ada kabar apapun sebelumnya. Memang sehari sebelumnya kami tidak bilang kalau akan ke rumah sakit, Bapak bilang hanya mau jalan jalan, setelah sore baru tetangga tau kalau Bapak dirawat tetapi keadaannya belum kritis karena keluhannya hanya sesak napas sehingga ketika keesokan paginya bapak meninggal mereka semua tidak percaya. Banyak yang mengatakan kalau pelayat yang datang luar biasa banyak tetapi aku tidak tau karena tidak terpikirkan hal hal lain, aku hanya fokus membacakan yasin di samping jenazah Bapak, aku tidak tau siapa saja yang datang meskipun ada yang menyalamiku. Sebelum jenazah Bapak dikafankan keluarga diberi kesempatan terakhir untuk mencium dan aku baru menyadari  betapa penyesalan itu datang terlambat. Akhirnya aku, Ibu dan Mbak Susi mengantar Bapak ke tempat peristirahatan terakhirnya dan dengan berat hati harus meninggalkannya di sana hanya dengan doa semoga dia diselamatkan dari siksa kubur dan api neraka hingga kelak kami bertemu di surgaNya yang indah. 

Aku tau dia tidak meminta dan menginginkan apapun dari anak anaknya karena dia hanya akan memberi untuk kami tanpa pernah meminta balasan. Dia adalah Bapak terbaik yang pernah ada yang akan melakukan apapun untuk keluarganya terutama anak anaknya. Bapak tidak pernah mau memarahi apalagi menghukum anaknya, kasih sayangnya mengalir tulus dan tidak pernah berhenti bahkan ketika aku dan kakakku bukan anak anak lagi. Sejak kecil Bapak selalu menyenangkanku, dia akan dengan senang hati mengajakku berkeliling naik sepeda sambil membawa bekal makanan dan minuman hingga kadang aku tertidur. Sepeda adalah kenangan masa kecilku bersama Bapak dimana kami sering menghabiskan waktu bermain bersama. Kenangan itu akan tetap bersemi dalam hati dan ingatanku sekaligus menghadirkan penyesalan dan perasaan bersalahku karena sering membantah dan mengabaikan ucapannya. Penyesalan lain adalah aku belum sempat membahagiakan dan membalas kasih sayangnya, aku belum sempat memberinya apapun. Bapak tidak sempat menghadiri wisudaku padahal aku tau dia akan bahagia sekali melihatku memakai toga. Bapak sudah pergi tanpa aku punya kesempatan membahagiakannya dengan materi dan kebanggaan karena kini hanya doaku yang akan memberinya kebahagiaan. Kewajibanku saat ini adalah membahagiakan dan menjaga Ibu. Jangan pernah membuang buang kesempatan yang sudah dikasih Tuhan untuk mencintai orang tuamu dan membahagiakan mereka ataupun orang orang yang seharusnya kita cintai, kita jaga dan kita bahagiakan karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya

Wednesday, April 18, 2012

Dia yang Tak Pernah Tau Apa Itu Bahagia

Mendung menggelayut di Selatan Jakarta, ketika seorang anak kecil yang tak pernah merasakan kebahagiaan termenung meratapi mimpi mimpi masa depannya. Tanpa kehangatan keluarga ia dipaksa tumbuh dan menjalani hari harinya di tengah kejamnya Jakarta. Ia tak pernah tau ke mana takdir akan membawanya, ia hanya bisa berjalan dengan kedua kaki yang letih menelusuri aspal panas dan ketika malam tiba tak ada tempat yang bisa disinggahinya sekedar untuk melepas lelahnya, tidur di emper toko beralaskan kardus kardus bekas menjadi pilihan yang tak terelakkan sambil menunggu fajar datang bersama caci maki pemilik toko yang marah. Hidup tak pernah adil untuknya, siapa yang peduli dengannya? Pendidikannya? Pertumbuhan psikologisnya? Mimpi mimpi indahnya? WHO CARES? Kepada siapa ia bisa minta pertolongan? Tuhan! Ya, hanya Tuhan yang bisa menolongnya tapi apa ia mengenal Tuhannya? Yang bahkan orang tuanya pun ia tidak tau. Siapa yang akan mengajarinya mengenal Tuhan, solat, mengaji? Siapa yang akan mengajarinya membaca, menulis, berhitung? Siapa yang mendengar jerit hatinya? Siapa yang memeluk ketika ia takut? Siapa yang akan menuntun dan menemaninya menyusuri jalan panjang mimpi mimpinya? Terlalu banyak pertanyaan di kepalanya hingga rasanya mau pecah...Ooooo hidupnya hanya lelucon bagi mereka yang tak punya hati nurani...

Dia dan Aku

Aku berjalan tanpa tau arah dan tujuanku
Dia berlari dengan arah dan tujuannya

Aku mengeluh dengan segala keadaanku
Dia bersyukur atas semua miliknya

Aku menangis merasakan sakit
Dia tersenyum menahan deritanya

Aku tertawa dengan kegembiraanku
Dia menangis haru atas kebahagiaannya

Aku berteriak saat penat melanda
Dia berdzikir ketika hatinya resah

Aku mencaci ketika tersakiti
Dia memuji ketika dizhalimi

Betapa dia dan aku terpisah jurang yang jauh
Dia yang memiliki hati seluas samudera
Aku hanya memiliki hatiku sendiri
Hidupnya untuk dia, Tuhan dan orang lain
Hidupku hanya untukku
Dia tau apa yang dia cari
Sedangkan aku???
Bahkan siapa diriku pun...
"Aku tak tau"
Dia punya mercusuarnya sendiri
Yang akan selalu menuntunnya ke tujuan
Sedangkan aku???
"Apa mercusuarku? Dimana?"

Akankah waktu berpihak padaku?
Menuntun dan menunjukkan arahku
Mencapai mercusuarku
Ya, mercusuar milikku sendiri

Thursday, April 12, 2012

Calon DKI 1 dan DKI 2

Media media sedang disibukkan dengan berita tentang cagub dan cawagub DKI (DKI 1 dan 2). Ada 6 pasangan calon yang kemungkinan akan masuk dalam pemilihan yaitu: Faisal Basri-Biem Benyamin, Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini, Jokowi-Ahok, Alex Noerdin-Nono Sampono, Hendarji Supandji-Reza Patria, Foke-Nachrowi. Ada 2 pasangan calon independen yaitu Faisal-Biem dan Hendarji-Reza saya mendukung Faisal-Biem karena tau bagaimana Pak Faisal. Beliau cerdas, kritis, baik, orangnya juga humble dan yang pasti beliau mengenal Jakarta dengan baik. Pak Faisal identik dengan kemeja biru muda polos, celana warna krem, tas ransel, sendal gunung dan tidak lupa botol minum. Ya, beliau selalu membawa botol minum karena ingin mencegah global warming yang semakin menggerogoti bumi ini. Pernah suatu hari saya bertanya sama Pak Faisal "masih bawa botol minum Pak?" beliau menjawab "itu disediain dispenser apa gunanya kalo gelas dan botol botol aqua masih banyak". Setiap kali beliau mau beli makan selalu menawarkan orang orang yang ada di situ terutama karyawan dan makanan favoritnya adalah mie yamin kafe. Pak Faisal juga seorang yang sosialismenya tinggi, beliau punya beberapa anak asuh dan tidak pelit kalau dimintain sumbangan apalagi untuk bantuan biaya pendidikan yang tidak mampu. Sayangnya beliau tidak berhasil menyelesaikan pendidikan S3 politik di FISIP UI karena sempat bertengkar dengan dosennya.

Sebenarnya agak kurang fair karena saya tidak mencoba untuk mengenal profil dari pasangan yang lain atau mencoba mencari tau apa program kerja yang akan mereka tawarkan. Ada nama Jokowi yang sedang naik daun karena kepemimpinannya yang baik sebagai Bupati Solo tapi saya kurang respek karena menurut saya dia tidak mengenal baik Jakarta walaupun dia bisa memimpin Solo dengan baik tapi pada kenyataannya Jakarta itu berbeda jauh dengan Solo. Calon lain yang menurut saya mengenal Jakarta yaitu Hidayat Nur Wahid tapi saya kurang respect karena tidak mengenal sosoknya. Saya sudah terlanjur jatuh hati dengan sosoknya Pak Faisal karena mengenal beliau dari kesehariannya sehingga lebih obyektif, bukan dengan mengenal sosoknya dari media yang kemungkinan besar hanya topeng dan kepura puraan. Lagi lagi masalah yang akan menimpa Pak Faisal adalah karena beliau merupakan calon independen, tidak ada partai yang menjadi backupnya jadi kansnya memang kecil untuk bisa keluar sebagai pemenang. Birokrasi di negara ini memang mempersulit yang baik dan mempermudah yang buruk so akan banyak sekali hambatan yang akan berusaha menjegal tampilnya pemenang independen. Pendukung Pak Faisal kebanyakan berasal dari kalangan aktivis dan akademisi yang tidak hanya memandang kepentingan kelompok atau golongan tetapi lebih kepada kepentingan bersama, Jakarta pada khususnya.

Saya dan mungkin sebagian warga Jakarta sudah MUAK dengan pemimpin yang memakai embel embel partai sebagai naungannya karena mereka punya tanggung jawab terhadap partai yang mendukungnya sehingga harus memberikan balas jasa. Kami butuh pemimpin yang independen yang bisa memimpin Jakarta dengan bijaksana demi kepentingan bersama bukan kepentingan partai.

Wednesday, March 21, 2012

Love in Difference

Udah mulai banyak nih pasangan beda agama yang minta agar pernikahannya bisa dilegalkan di Indonesia, sebenernya sih mereka bisa aja nikah di luar negeri tapi dengan resiko biaya yang mahal. Banyak yang udah mulai mengangkat dan memperdebatkan hal ini, saya bukan orang yang pro ataupun kontra karna menurut saya itu sih masalah pribadi masing-masing dan saya bicara sebagai pribadi bukan sebagai pemuka agama. Belum lama saya abis nonton film yang judulnya cin(T)a dimana film itu menceritakan tentang hubungan seorang perempuan pribumi yang muslim dengan seorang keturunan tionghoa yang kristiani, awalnya hubungan mereka baik-baik saja walaupun sering terselip perdebatan-perdebatan tentang perbedaan agama yang akhirnya mereka putuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu, mereka menganggap apa salahnya beda agama. Yang saya tidak suka dari film itu adalah ada satu cerita yang mendiskreditkan umat muslim, pada waktu natal diberitakan terjadi pemboman terhadap umat kristiani yang sedang melakukan ibadah. Ending filmnya sih agak sama kayak 3 hati 2 dunia 1 cinta, pada akhirnya mereka pisah dan milih jalannya masing-masing tanpa harus saling menyakiti. Bukankah film-film itu seharusnya udah memberikan gambaran yang cukup jelas ya walaupun sekeras apapun usaha untuk menyatukan perbedaan itu pada akhirnya hasilnya tidak akan baik, dalam sebuah hubungan apalagi pernikahan bukan cuma melibatkan 2 orang yang saling mencintai tapi juga keluarga besar dari masing-masing pihak dan hal itu tidak bisa dibantah. Ketika terjadi sebuah pernikahan maka ada 2 keluarga besar yang menikah tetapi untuk mengurus rumah tangga memang hanya 2 orang yang terlibat. Saya sempet baca sedikit di forum umat kristiani yang membahas masalah hubungan beda agama dan mayoritas dari mereka juga merasa kalo itu sulit sekali dijalani, dibutuhkan toleransi yang amat sangat besar sekali, awalnya mereka juga merasa baik-baik saja tapi lama-kelamaan mereka merasa capek juga. Tidak dipungkiri banyak juga yang hidupnya bisa berdampingan dengan damai dalam perbedaan agama tapi saya tidak yakin 100% mereka selalu baik-baik saja, pasti ada yang tersakiti terutama keluarga yang tidak menyetujui. Misalnya yang muslim adalah si pria nah fitrahnya pria kan jadi imam buat keluarganya tapi kalo istrinya non muslim trus dia mau jadi imam buat siapa? apalagi kalo anak-anaknya memilih untuk ikut ibunya. Sedangkan kalo yang muslim adalah si perempuan padahal dia nikah kan untuk cari imam trus yang mau jadi imam buat dia siapa? terlebih lagi kalo anak-anaknya memilih ikut bapaknya gimana? siapa yang akan ngedoain kalo mereka sudah tidak ada? kan doa kalo beda keyakinan jadi tidak sampai. Sekali lagi saya tidak menyatakan pro ataupun kontra masalah hubungan beda agama bukan karna takut saya dikucilkan tapi karna bukan kapasitas saya untuk menjudge, kalo untuk saya pribadi sih hubungan beda agama ENGGAK!!! Silahkan membuat opini masing-masing karna itu sebenernya masalah pribadi dan dampaknya pun untuk pribadi.

Tuesday, March 20, 2012

Salam Yang Tak Pernah Sampai

Angin selalu mencarimu
Ia ingin menyampaikan salamku
Tapi kau tak pernah ada menunggunya

Hingga hujan datang membasahi jiwa yang kering
Mengusir angin bersama salamku
Menghapus jejakmu di lembar hidupku
Tapi hujan terlalu naif
Ia terlalu sombong karna yakin bisa menghapusmu
Tintamu abadi
Hujan yang lebat hanya mampu mengaburkanmu
Tapi tak pernah menghapusmu
Aku yang bimbang ingin menyembunyikanmu dari hujan
Agar ia tak mampu merusakmu
Terkadang aku lelah menyembunyikanmu
Aku ingin merobek lembar hidupku yang tertulis namamu
Tapi akupun terlalu naif
Karna aku tak akan bisa menyembunyikanmu atau merobekmu

Aku lelah...
Kedewasaan mengajariku
Bahwa hujan akan tetap mengaburkanmu
Dan aku tak mampu merobekmu
Aku berdamai dengan hatiku
Membiarkanmu mengisi lembaran hidupku
Meski tinta itu tak jelas menuliskan namamu
Tapi aku tau itu kau
Menjadi bagian hidupku yang tak akan pernah sama

Biarlah angin tetap menyimpan salamku
Biarlah waktu mendamaikan hati
Untuk semua pertanyaan yang tidak pernah terjawab
Biarlah hanya menjadi pertanyaan retoris
Karna ia akan menjawabnya sendiri



NB: Nggak ada maksud apa apa, cuma menjawab pertanyaan yang nggak terjawab ajah. Kita mulai dari awal friend. Yang udah lewat biarin ajah karna nggak ada yang bisa sama lagi. Sorry mungkin dulu gw terlalu childish

Thursday, February 16, 2012

Durable Love Movie

"Dunia itu...huge...dan cara terbaik untuk nikmatinnya adalah sebagai single...gimana nggak menyenangkan? gw bisa pay attention ke hal-hal yang gue demenin dan gue bisa ngatur hidup gue dengan cara yang gue mau...percaya deh...semua hal dalam hidup gue...itu teratur banget...siapa sih yang butuh pacar? toh koneksi dengan manusia lain bisa lo lakuin lewat social media...bukan berarti gue nggak percaya sama cinta...tapi ngapain maksain kalo elo belum ketemu yang bener-bener in cheat to...in the meantime nikmatin aja hidup sendiri...nggak mesti ngasih perhatian ke pacar elo...nggak ada yang nagging...sampai pada suatu hari dia muncul..."

"Dunia itu huge...aku nggak bisa ngabisin sendiri...makanya aku pengen bagi sama kamu"

Itu merupakan monolog yang ada dalam film Durable Love karya Joko Anwar yang dibuat dalam rangka valentine, hanya small movie sih yang hanya berdurasi sekita 11 menit tapi pesannya ada. Cara nontonnya juga unik karena kita bisa dapetin tiket nonton dan milih tempat duduk secara online seperti ketika kita datang langsung ke bioskop lalu tiketnya akan dikirimkan ke alamat email, paling enak adalah kita bisa nonton itu kapan saja dan berulang-ulang. Kata-katanya simple tapi kena banget